<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895</id><updated>2011-04-21T12:41:17.194-07:00</updated><title type='text'>rafimath</title><subtitle type='html'>Blog ini diharapkan dapat menjadi media informasi, komunikasi, sharing, dan berbagai pengalaman, keluhan, keinginan, serta harapan dari yang punya Blog, keluarga, teman-teman guru Matematika, sahabat pembina olimpiade, maupun siswa-siswi kami di SMAN 1 Depok. Semoga bermanfaat !</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-4773031553276489451</id><published>2008-03-27T21:09:00.001-07:00</published><updated>2008-03-27T21:14:30.035-07:00</updated><title type='text'>Gambar - Gambar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-xwm8yhhWI/AAAAAAAAAAs/p8ypetnj_y4/s1600-h/Winter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-xwm8yhhWI/AAAAAAAAAAs/p8ypetnj_y4/s200/Winter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182641085651977570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-xvxsyhhVI/AAAAAAAAAAk/b-dQmd9CLNA/s1600-h/gallery8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-xvxsyhhVI/AAAAAAAAAAk/b-dQmd9CLNA/s200/gallery8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182640170823943506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-4773031553276489451?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/4773031553276489451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=4773031553276489451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/4773031553276489451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/4773031553276489451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/gambar-gambar.html' title='Gambar - Gambar'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-xwm8yhhWI/AAAAAAAAAAs/p8ypetnj_y4/s72-c/Winter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-8931077094485589527</id><published>2008-03-27T21:00:00.001-07:00</published><updated>2008-03-27T21:00:55.421-07:00</updated><title type='text'>Mengambil</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;Lelaki yang gelisah (kisah yang menyentuh)    &lt;img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://www.dudung.net/images/icons/starhalf.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                Dear All,&lt;br /&gt;Rasanya ini baik untuk direnungkan  setiap kita yang merasa "berkecukupan" dan selalu "dimanja" oleh Tuhan.&lt;br /&gt; --------------------------------------------------------------------------------  Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya  melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke  rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat  di keningnya.&lt;p align="justify"&gt;Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang  bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU  itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk  dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok  tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong  bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah  dengan Yudi, anak saya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng.  Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan  itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya  mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi  seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi  sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu  tidak masuk.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu  menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa  masuk.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia  menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak  muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin  dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang  janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti  berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa  buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik  daripada lengah?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara  kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu  sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak  pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terlintas di  pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut  jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda  itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa  ada yang memukul.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan  dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang  mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi  kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya  ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak  muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di  atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena  kaki saya masih lemas.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;                                                                                          * *  *&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan  penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli  bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang  menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang  gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan  bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah  saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue,  telah raib.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si  penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu.  Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya  simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang  berkurang. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                   &lt;p align="justify"&gt;Lama saya melihat dompet itu dan  melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa  pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit  seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib,  seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah  dongengan?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong  plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat  yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya  seperti ini: � "Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu.  Tadinya saya �� mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak  punya tempat untuk �� mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu  mau membacanya. �� Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya  di-PHK dan tidak� mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah  nunggak, membeli�� alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena  kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah  sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian  sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak  berjualan �� goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung.  Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu  untuk beli beras. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang  lebih keras. �� Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya  bekerja. Tidak saja �� jualan koran, saya juga membantu nyuci piring  di warung nasi dan kadang �� (sambil hiburan) saya ngamen.  �� Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung  dan �� saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi  kupon gelap. �� Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya  tepat. Selama ini �� belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak  yang taat beribadah itu �� tidak akan mau menerima uang dari hasil  judi, saya yakin itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang  sambil �� marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya  mengusir �� Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai  Bapak terjatuh-jatuh. �� Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya  sakit hati. Saya bingung. �� Mesti bagaimana saya? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi  buntutnya, sakit �� hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu  sakit hati oleh �� siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya  tidak sanggup. �� Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak  perduli. Hampir saya �� memukulnya lagi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya  dendam yang �� besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa.  Emak tidak bisa �� ke dokter. �� Tapi orang lain bisa dengan  mobil mewah melenggang begitu saja di depan �� saya, sesekali  bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, �� di warung  jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk ��  sekali makan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran  tidak �� cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya  mengikuti �� bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi  saku orang. �� Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi  pencopet. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya  melihat Ibu �� memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti  Ibu. Di atas �� jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu  dan cepat mengambil �� dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang  300 ribu lebih. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter.  �� Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana  saya �� dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu  tabungan saya, ��atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa  berbohong. Saya�mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu  saya selesai bercerita. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis.  �� Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya  ingin �� berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300  ribu lebih �� sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura.  Tidak apa saya jadi �� pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan  orang-orang yang kehilangan. �� Karena orang-orang pun tidak perduli  kepada saya. Tapi saya tidak bisa �� melakukannya. Saya harus  mengembalikan dompet Ibu. Maaf." &lt;/p&gt;                                                                              &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;                    �&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca.  Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap  stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di  taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang  berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;                                     &lt;p align="justify"&gt;Lelah mencari, di bawah pohon  rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat  sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi  pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan.  Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke  luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh  yang biasa saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap  saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati  kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang  harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan,  dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa  sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan  di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan  tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus  bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya,  nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan  pengamen yang banyak di setiap stopan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di stopan terakhir yang kami  kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama.  Diam-diam air mata mengalir dimata saya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yuni menghampiri saya dan bilang, "Mama,  saya bangga jadi anak Mama." Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak  lainnya.  �&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-8931077094485589527?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/8931077094485589527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=8931077094485589527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/8931077094485589527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/8931077094485589527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/mengambil.html' title='Mengambil'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-530363105266911937</id><published>2008-03-27T19:23:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T19:24:34.162-07:00</updated><title type='text'>review SKL</title><content type='html'>review SKL 2 &lt;a href="http://www.4shared.com/file/42204880/464f704a/Review_SKL-2-1.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-530363105266911937?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/530363105266911937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=530363105266911937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/530363105266911937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/530363105266911937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/review-skl.html' title='review SKL'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-7362586320924318170</id><published>2008-03-27T19:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T19:14:52.516-07:00</updated><title type='text'>contoh download</title><content type='html'>Silahkan Klik disini untuk &lt;a href="http://www.4shared.com/file/42203166/a3a9fbc7/Review_SKL-1.html"&gt;Download Review SKL 1&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-7362586320924318170?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/7362586320924318170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=7362586320924318170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/7362586320924318170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/7362586320924318170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/contoh-download.html' title='contoh download'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-4045492340585752793</id><published>2008-03-25T01:18:00.001-07:00</published><updated>2008-03-25T01:22:46.273-07:00</updated><title type='text'>keyakinan guru matematika</title><content type='html'>&lt;h6&gt;JELAJAH &lt;i&gt;Sosial&lt;/i&gt;&lt;/h6&gt;  &lt;h1 align="center"&gt;KEYAKINAN GURU TENTANG PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA&lt;/h1&gt;  &lt;h5 align="center"&gt;&lt;i&gt;Vitriyani Pryadarsina&lt;/i&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;h4&gt;Keberhasilan suatu proses belajar mengajar tidaklah terlepas dari faktor keberadaan guru sebagai pengajar di kelas. Guru yang memiliki pengharapan yang tinggi terhadap kebehasilan belajar siswanya akan mempengaruhi sikapnya sebagai pengajar yang baik bagi siswanya. Ford ( 1994 ) menegaskan pendapat Berliner (1976) bahwa intervensi guru dengan siswanya dalam proses belajar mengajar, menunjukkan hasil yang berarti dalam mempengaruhi belajar siswanya. Good dan Brophy ( 1990,h. 443 ) menyatakan bahwa pengharapan guru (teacher expectations) adalah bagaimana guru menciptakan prestasi akademik saat kini dan pada waktu yang akan datang dan tingkah laku siswanya secara umum. Harapan guru tersebut meliputi keyakinan guru (teachers belief) terhadap peningkatan kemampuan siswa, potensi siswa dalam memahami instruksi, dan kesulitan materi yang dihadapi siswa atau kelas. &lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5&gt; &lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-4045492340585752793?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/4045492340585752793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=4045492340585752793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/4045492340585752793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/4045492340585752793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/keyakinan-guru-matematika.html' title='keyakinan guru matematika'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-3678976447121453230</id><published>2008-03-24T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T23:36:45.623-07:00</updated><title type='text'>matematika itu indah</title><content type='html'>Ada keindahan dalam matematika.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Melalui matematika kita belajar konsistensi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Matematika menyederhanakan bahasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-3678976447121453230?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/3678976447121453230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=3678976447121453230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/3678976447121453230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/3678976447121453230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/matematika-itu-indah.html' title='matematika itu indah'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-671524247277078895.post-7518060092037910174</id><published>2008-03-23T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T00:59:43.135-07:00</updated><title type='text'>makna hidup - lanjutan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-dfXsyhhUI/AAAAAAAAAAc/k1n1C4Nk5cw/s1600-h/Sunset.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181214757077747010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-dfXsyhhUI/AAAAAAAAAAc/k1n1C4Nk5cw/s200/Sunset.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-dUnsyhhSI/AAAAAAAAAAM/bLrPq8WfoLk/s1600-h/lab_hidroponik.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada keindahan dalam hidup. Indah itu menyejukkan hati, menyemangatkan pikiran. tdk akan menjadi berarti jika yang berlalu - berlalu saja, hanya kesia - siaan yang kita dapatkan. Ada hakikat yang tersirat begitu dalam. bukankah kehidupan kedepan semua kita harapkan lebih bermakna?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/671524247277078895-7518060092037910174?l=rafimath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rafimath.blogspot.com/feeds/7518060092037910174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=671524247277078895&amp;postID=7518060092037910174' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/7518060092037910174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/671524247277078895/posts/default/7518060092037910174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rafimath.blogspot.com/2008/03/makna-hidup-lanjutan.html' title='makna hidup - lanjutan'/><author><name>rafimath</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02992022134233895028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jtCEngRbxpE/R-dfXsyhhUI/AAAAAAAAAAc/k1n1C4Nk5cw/s72-c/Sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
